Carpe diem!

Make your lives extraordinary

99% penyebab kemacetan = Gaya ber-angkot

Hadiah terindah hari ini untuk bandung adalah mogoknya seluruh angkot bandung. Kontan seluruh jalan yang setiap hari saya lewati jadi lancar(selancar-lancarnya).

- Mulai dari terminal cicaheum, yang biasanya penyebab macet adalah angkot yang ngetem di depan pertigaan lampu merah dekat terminal. Hari ini : LANCAR!!
- Di perempatan lampu merah cimuncang, yang biasa penyebab macet adalah (lagi-lagi) angkot yang berhenti dan/atau angkot menyalip angkot lain di depan lampu merah. Hari ini : (lagi-lagi) LANCAR!!!
- Diperempatan Cikutra, juga biasanya macet karena perilaku angkot yang menyebabkan antrian sampai hotel poster. Hari ini : Super Lancar!!
- Di pertigaan pasar suci, dahulu saya berasumsi ini karena pasar tumpah. asumsi saya ternyata tidak 100% benar, hari ini pasar tetap tumpah dan ditambah antrian pembagian jatah minyak tanah. Hari ini : Jalan depan pasar suci LANCAR !! (jadi heran juga, mungkin karena asumsi saya salah :( )
- Dipertigaan lampu merah Gasibu, setiap harinya macet karena angkot dan kendaraan pribadi berebutan melewati lampu merah (seharusnya 2 lajur malah bisa menjadi 4-5 lajur) ditambah lagi angkot yang ngetem di depan wartel gazeebo makin lengkap penderitaannya.  4-5 lajur jadi 1 lajur …. hmm … gimana mikirnya para supir angkot dan penumpang ini. hari ini pun : pertigaan gazeebo lancar!! waktu lampu hijau dari arah suci yang biasanya terasa pendek malah terasa lama dan kendaraan dari suci melenggang dengan LANCAR TANPA TERBURU-BURU KENA LAMPU MERAH LAGI!!.

Disiang haripun (rus’u'h hour), lalu lintas dari dago – cicaheum sama seperti pagi hari : LANCAR!!!.
caheum lancar
skrinsut : jam 12.50 di lampu merah cicaheum. jika hari biasa kemaceten sudah sampai garis zebra-cross didepan.

Saya Berasumsi dan mungkin bisa dikatakan 99% penyebab kemacetan lalu lintas adalah perilaku ber-angkot. perilaku berangkot ini terkait :
- pemilik angkot : selalu menyediakan angkutan yang nyaman (mau angkot yang sudah umur 10 tahun atau 15 tahun, yang penting nyaman). mungkin bisa dilihat sebagai contoh adalah kereta api ex JAPAN. walaupun sudah berumur lebih dari 5 tahun yang dihibahkan (beli)  indonesia, kenyamanannya sama dengan kereta indonesia berumur 1 tahun. disini masalah perawatan yang penting!.
- pengemudi angkot : jangan ugal-ugalan, jangan berhenti seenaknya saja, jangan mengetem disembarang tempat, menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat yang telah disediakan.
- Penumpang angkot :
    > naik dari tempat-tempat yang telah disediakan
    > sama seperti menyeberang jalan,  sebelum turun harus lihat dulu posisi angkot apakah di tengah jalan atau sedang macet atau sedang menyalip. sering terjadi penumpang ini pokoknya udah waktunya berhenti langsung bicara “kiri mang!”, spontan saja mang supir angkot banting setir segera cari celah untuk ke kiri. kalau tidak bisa ke kiri malah berhenti ditengah jalan… makin macet jalannya.
   > sepertinya pelajaran mengenai tata-tertib naik angkutan ini sama sekali tidak ada kamusnya, bahkan orang tua-pun tidak mengajarkan (mungkin jaman orang tua saya dulu belum ada angkot).
- Pemerintah : sebagai regulator dan fasilitator juga harus benar-benar diperhatikan supaya transportasi umum ini nyaman. Jangan buat peraturan yang belum siap direalisasikan.

TAHUKAH ANDA : bahwa denda 250rb untuk penumpang yang naik ke angkutan umum bukan pada tempat yang telah disediakan. Plang peraturan ini tertancap di depan taman pertigaan siliwangi dan sumur bandung!
(investigasi : mana tempat yang disediakan untuk naik turun penumpang ??? haltenya dimana ?? )

Terkait dengan pemilihan gubernur jabar, kalau saya baca visi dan misi kandidat dari blog sebelah. jikalau ada kandidat yang secara explisit memiliki program kerja mengenai penertiban dan pembenahan transportasi. Langsung deh aku coblos!!.

Sudah tidak terhitung kerugian masyarakat akibat kemacetan ini. Mungkin sudah cukup untuk membayar hutang-hutang indonesia. hmmm….. i’m wondering.

March 26, 2008 Posted by ipans | Jalan2X, curhat, santai | , , , | 5 Comments