Carpe diem!

Make your lives extraordinary

Psikologi Test: Sudah sesuaikah Pekerjaan anda?

Setelah hari yang melelahkan (coding, install dan buat laporan bulanan), waktunya santai-santai browsing dan chatting. Lihat status YM teman “what kind job suit to you” dengan link ke halaman web http://www.eggheadcafe.com/articles/mb/default.asp , menarikk!!.

tinggal menjawab 69 pertanyaan selesai dehh …

Ternyata emang sudah cocok nih :

ISTP – Police, detectives, forensic pathologists, computer programmers, system analysts, computer specialists, engineers, carpenters, mechanics, pilots, drivers, athletes, entrepreneurs, firefighters, paramedics, construction workers, dental hygienists, electrical engineers, farmers, military, probation officers, steelworkers, transportation operatives, hitmen. With the ability to stay calm under pressure, they excel in any job which requires immediate action.

Selamat mencoba !

March 1, 2007 - Posted by | curhat, Uncategorized

4 Comments »

  1. Aku kebagian INTJ, Mas!😀

    Comment by iffata | March 4, 2007 | Reply

  2. Awalnya iseng looking 4 test psikologi,jadinya ikutan dan hasilya emang bener. Aku ternyata ESTJ,emang skrg pun aku udah pada bidangnya. Semoga membawa manfaat.

    Comment by Yoyok | January 3, 2008 | Reply

  3. NAMA ; ROCKY BLANK, USIA : 45 TH, PENDIDIKAN ; SARJANA SOSPOL ( ADMINISTRASI NEGARA ) PEKERJAAN : PNS, problem yg saya hadapi adl ingin mengetahui jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan karier, terima kasih

    Comment by ROCKY BLANK | January 26, 2009 | Reply

  4. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
    Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
    Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
    Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

    Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
    Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
    Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

    Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

    Comment by DR MANDANG MICHAEL | December 17, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: