Carpe diem!

Make your lives extraordinary

Tak ada lagikah norma dijalan ??

[Bertanya dengan santun di jalan]

Kejadiannya sabtu pagi setelah main futsal bersama team INDOCISC, tepatnya di depan tambal ban dekat Rektorat ITB. Sebuah sedan VIOS mengkilap ber-plat nomor B, tiba-tiba berhenti di jalan (tidak turun ke bahu jalan) dengan kaca jendela diturunkan sebagian terdengar teriakan wanita setengah baya berteriak ke kedua orang yang sedang asik berbicara (tukang tambal ban dan ibu pemilik warung seafood – lautan merah*) hendak menanyakan arah menuju satu tempat dibandung. Apakah yang dilakukan ibu pemilik warung seafood untuk menjawab pertanyaan wanita setengah baya ??

  1. Sambil berteriak menunjukkan arah yang dituju.
  2. Mendekati mobil lalu menjawab dengan santun.
  3. Tidak berkata sedikitpun.

Pilih sendiri jawaban-mu. . . .
yang terjadi adalah : B

yang kemudian terjadi adalah si ibu pemilik menggerutu kepada saya dan tukang tambal ban seraya berucap,”orang jakarta itu apa tidak tahu sopan-santun ya ??!. bertanya kok tidak mau turun, malah yang menjawab harus mendatangi si penanya”. kurang lebih demikian yang dikatakan ibu pemilik warung.

(* diwarung ini menu favorit saya adalah cumi asam manis pedas + nasi = Rp 5.000,- )

kejadian ini mengingatkan saya pada sebuah pos satpam di daerah perumahan Dharma husada regency surabaya, di sana terlihat sebuah papan bertuliskan “KALO BERTANYA HARAP TURUN!”.

[Buang sampah pada tempatnya]
kejadiannya minggu siang sekitar 15.10 di pertigaan jalan dago dekat FO jetset-hotel geulis. Sebuah kaleng bekas milo melayang dari sebuah jendela kanan mobil jazz yang jatuh tepat di tengah pertigaan tersebut, dengan reflek aku menghindari sampah tersebut sambil langsung berpikir “apakah aku harus berbelok ke kanan lalu menghadang mobil tersebut di tengah jalan dan menyuruh orang tersebut kembali memungut sampah yang dibuangnya?! Atau aku langsung memungut sampah tersebut lalu dilempar ke muka pembuang sampah tersebut ???!”. laju motorku yang berbelok berlawanan dengan mobil itu menghentikan pemikiranku.

kali ini tersangkanya juga seorang wanita setengah baya.

[Sabar menanti hingga lampu hijau]
kejadiannya minggu malam sekitar 20.30 di perempatan jalan sunda dan veteran. Sebuah bunyi klakson terdengar dari sebuah mobil di belakang, pikirku angkot. Ternyata sebuah kia visto warna kuning. Mungkin tertarik melihat 2-3 sepeda motor yang menerabas lampu merah jadi mau ikutan menjadi “kriminal”. Coba melengos ke belakang ternyata pengemudi seorang wanita ABG atau kuliahan, 10 detik kemudian lampu sudah hijau. “Sepertinya belajar dari sopir angkot nih orang, sim-nya dapet dari mana yah?!”, pikirku.
kejadian ini paling sering kualami jika berhenti diperempatan simpang dekat McD dago, jika berada didepan angkot cicaheum-ciroyom karena melihat lampu hijau untuk mobil dari arah dipatiukur. Kalo disini, sang supir tidak segan-segan mencet klakson sambil memprovokasi mobil/motor yang berada didepannya dengan teriakan-teriakan khas supir/kernet terminal.

July 22, 2007 - Posted by | curhat, peduli!

5 Comments »

  1. Ayo, pans. bikin gps untuk mobil, biar mereka gak nanya2 lagi.🙂

    @julius : tidak perlu buat, tinggal beli saja di ezitrack kepunyaan teman ITB juga.harusnya masuk ke daftar vendor it-bandung.

    Comment by Sirait | July 22, 2007 | Reply

  2. kalo di jakarta, paling orang yang nanya kayak gitu “disesatin”. yang sopan kalo nanya ama orang di jakarta.

    -IT-

    Comment by irvan132 | July 23, 2007 | Reply

  3. Untuk kejadian yang terakhir (sabar menanti hingga lampu hijau), saya juga dulu (antara 2000 – 2003) pernah ngalamin. Lagi nunggu lampu hijau nyala, eh … diklaksonin dari belakang sama angkot. Ya emang sih dari 3 arah lainnya kosong. Tapi saya gak mau nerobos lampu merah. Akhirnya motor saya parkir (standar miring) & biarin nyala. Terus turun dari motor, nyamperin supir angkotnya & marah-marah. Dianya diem aja.:mrgreen:

    Comment by Rully | July 23, 2007 | Reply

  4. etika/ norma memang gak dapet di sekolahan, tapi masak orang tuh gak ngukur dan ngebayangin:”Kalau saya mendapatkan sikap seperti itu, enak enggak?” Emosi aku, mas, soalnya sering mengalami hal yang sama.

    Comment by indra kh | July 24, 2007 | Reply

  5. Penerobos Lampu merah ituh seperti orang penting aja yah atau yang kebelet atau lagi ngejar setoran. jadi ingat kejadian beberapa minggu yg lalu ada 2 orang anak muda naik motor boncengan dengan helm cap batok (not secure euy!), walaupun tidak boleh lurus tetapi k2 anak muda itu terus saja lurus&ngebut ngga ngliat polisi didepan. Tiba-tiba aja polisi muncul dengan seketika dan menilang k2 orang tsb.

    Sambil nunggu lampu hijau nyala saya ngakak ketawa … he he kacian deh lu

    Comment by Taryan | July 31, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: